Giatkan Pencegahan Karhutla, Kejari Bitung Gelar Jaksa Masuk Hutan

BITUNG – Maraknya terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akhir-akhir ini di Kota Bitung, sejumlah instansi menggelar giat untuk mencegah kembali terjadinya karhutla. Ini pun dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung dengan menggelar program Jaksa Masuk Hutan.

Hal ini dibuktikan saat Tim Kejari Bitung yang dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Ariana Juliastuty SH MH saat mengunjungi lokasi bekas kebakaran lahan di Kelurahan Batu Putih Atas Kecamatan Ranowulu, Jumat (27/9/2019).

Dalam kegiatan tersebut, para korps Adhyaksa memberikan edukasi mengenai dampak kebakaran dan akibat/ancaman hukuman bagi pelaku karhutla. “Penyuluhan dengan pola tatap muka dengan warga maupun kelompok masyarakat kami lakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan,”ucap Kajari Ariana kepada masyarakat, pemilik dan penggarap lahan serta instansi terkait yang hadir dalam hal ini Kalkhar dan BPBD Kota Bitung.

Kajari menjelaskan dampak karhutla sangat mengganggu kesehatan masyarakat dan mencemari lingkungan. “Karhutla masuk dalam taraf membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Tak hanya manusia, hewan pun ikut menderita akibat habitatnya terbakar,”ujarnya.

Menurut Ariana, ekosistem dan putusnya rantai makanan di dalam hutan akibat Karhutla, menjadi paling krusial. “Itu tidak ternilai. Secara kasat mata kan terbakar, ratusan jenis satwa akan terancam,”tuturnya.

Selain itu, Ariana juga menambahkan bahwa pelaku pembakaran hutan atau lahan diancam pasal 108 UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Hidup dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan maksimal 10 tahun ditambah denda paling sedikit Rp 3 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Maka dari itu, mari kita cintai lingkungan agar senantiasa tidak membakar hutan dan lahan. Jagalah dan lestarikan kawasan kita karena jika kita menjaga alam, maka alam pun juga menjaga kita,”terangnya sambil menanam bibit pohon di lokasi tersebut.(humas/ryp)

Sumber : Kejari Bitung