Kajati Sulut Buka Kegiatan In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa Dalam Penanganan Barang Bukti/ Alat Bukti Elektronik

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) M. Roskanedi, SH membuka secara resmi Kegiatan In House Training Peningkatan Kapasitas Jaksa Dalam Penanganan Barang Bukti / Alat Bukti Elektronik, Rabu (10 April 2019). Pembukaan ditandai dengan pemukulan Tetengkoren oleh Kajati Sulut didampingi Ibu Shady M. M. Togas, SH selaku Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulut.

Kegiatan tersebut merupakan Program dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI Tahun 2019 sebagai bentuk pembekalan teknis kepada para Jaksa untuk menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat khususnya terkait penanganan secara teknis barang bukti atau alat bukti elektronik.

Kegiatan ini dilaksanakan hari Rabu Tanggal 10 April 2019 bertempat di Hotel Peninsula Manado, dan diikuti oleh para Asisten Kejati Sulut, Pejabat Struktural eselon IV Kejati Sulut, Para Kajari terdekat yaitu Kajari Manado, Kajari Tomohon, Kajari Minahasa dan Kajari Minahasa Selatan serta diikuti oleh 101 peserta yang berasal dari para Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan dan Kasi Pidum Kejati Sulut, Kejati Sulsel, Kejati Sulteng, Kejati Sultra, Kejati Gorontalo, Kejati Maluku Utara dan Kejati Papua.

Dalam sambutannya Kajati Sulut mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini justru menjadi ‘Pedang Bermata Dua’ bagi kita semua. Disatu sisi dapat berdampak positif  bagi kemudahan manusia, namun disisi lain dapat menimbulkan berbagai ancaman bagi pertahanan Negara, terlebih lagi, ancaman terorisme global saat ini tengah mengancam kedaulatan Indonesia karena bergerak melalui medium dunia maya menebar ancaman teror di masyarakat. Misalnya kemungkinan yang tidak kalah menarik pada tahun 2019 adalah operandi Skimming ATM dengan teknik yang lebih cangih digunakan penjahat Siber.

Mengantipasi hal ini, Jaksa Selaku Penuntut Umum yang berwenang mengajukan alat bukti kejahatan ke depan persidangan haruslah mengenali memahami dan selalu meningkatkan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap barang bukti yang di ajukan oleh penyidik menyangkut perolehan barang bukti elektronik agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum di persidangan sebagai alat bukti yang sah dan memperkuat pembuktian.

Sebagai Narasumber dalam kegiatan ini adalah :

– Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri tentang Modus Cyber Crime dan cara Pengungkapannya,

– Dr. Yudi Kristiana tentang Penanganan perkara Tindak Pidana Umum terkait alat bukti/barang bukti elektronik.

– Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang:

  1. Aspek Hukum dalam penanganan Alat Bukti / Barang Bukti Elektronik
  2. Teknis Forensic Digital dalam penanganan Barang Bukti/ Barang Bukti Elektronik.

Turut Hadir dalam kegiatan ini pejabat struktural dari Kejaksaan Agung RI, yaitu :

– Albina Dita Prawitaningsih, SH, MH selaku koordinator pada Jampidum

– Gatot Irianto, SH, MH selaku Kasubdit Penuntutan

– Nur Chusniah, SH, MH selaku Kasubdit Pra Penuntutan.

This slideshow requires JavaScript.