KAJATI BUKA RAKERDA KEJAKSAAN SE-SULUT

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) M. Roskanedi, SH didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulut Andi M. Iqbal Arief, SH, MH membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejaksaan se-Sulawesi Utara yang di gelar Senin, (14/01/2019) pukul 08.00 Wita di Sintesa Peninsula Hotel Manado.

Rakerda Kejaksaan se-Sulut yang diikuti oleh Para Asisten, Para Koordinator dan Para Kepala Seksi/Kasubag di Lingkungan Kejati Sulut dan Para Kepala Kejaksaan Negeri, Para Kepala Cabang Kejaksaan Negeri serta pejabat struktural di lingkungan Kejaksaan Negeri dan Cabjari se Sulawesi  Utara.

Tujuan dari Rakerda ini adalah untuk menyampaikan Hasil Rapat Kerja Nasional Kejaksaan RI yang dilaksanakan di Bali Tahun 2018. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah  “Kukuhkan Semangat Baru, Bangun Persepsi dan Citra Diri, Ukir Prestasi Untuk Negeri”.

Dalam sambutannya Kajati Sulut mengatakan bahwa keberadaan kita disini, tentunya merupakan suatu wujud penegasan komitmen bersama yang kuat untuk membangun Kejaksaan semakin kokoh berlandaskan nilai-nilai kejujuran, tanggungjawab dan keterbukaan serta ditopang oleh kemampuan manajerial yang kuat, professional dan memiliki hati nurani.

Kajati juga berharap agar semua materi yang merupakan hasil Rakernas di Bali, harus disampaikan oleh Para Asisten Bidang masing-masing dengan lugas, tegas dan mudah dipahami agar peserta dapat mencermati dan memahami dengan jelas.

Kepada peserta Rakerda, Kajati meminta agar aktif dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Bila belum memahami tentang materi yang disampaikan agar ditanyakan khususnya terkait Hasil Rekomendasi yang telah disampaikan oleh para pimpinan di Kejaksaan Agung RI.

Selain membuka Rakerda, Mantan Kajati Kalteng ini juga memberikan arahan kepada para peserta, terutama terkait paparan Jaksa Agung RI pada Rakernas Tahun 2018 di Bali sehubungan dengan Tema Rakernas yang harus dilaksanakan oleh seluruh pegawai Kejaksaan baik Jaksa maupun Tata Usaha di Kejati dan Kejari se-Sulut.

Dalam arahannya Kajati Sulut menyampaikan point-point penting Pengarahan Jaksa Agung RI, diantaranya:

  • Aparatur Kejaksaan dituntut melakukan perubahan fundamental dalam peningkatan kompetensi, kesadaran baru berbenah dengan meningkatkan kualitas, profesional dan proposional dalam melaksanakan tugas pokok Kejaksaan dalam penegakan hukum.
  • Secara nyata dapat menerapkan dan membangun persepsi terhadap institusi meliputi 8 area perubahan reformaasii birokrasi, yaitu mental aparat Kejaksaan, Pengawasan, Akuntabilitas, Kelembagaan, Tata laksana , SDM, Peraturan perundang-undangan dan Pelayanan Publik.
  • Segenap pimpinan dan jajaran kerja Kejaksaan RI tanpa kecuali harus mampu mengambil bagian dan berpartisipasi aktif melalui tugas pokok dan fungsi selaku aparat penegak hukum, salah satunya menyukseskan pilpres 2019 dengan menjaga netralitas.
  • Aparat Kejaksaan harus tetap semangat, gigih, ulet, cermat dan cerdas disertai sikap kehati-hatian, ketenangan dan harus menemukan strategi dan cara bertindak yang tepat efektif dan efisien demi mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan, mewujudkan penegakan hukum yang baik dan benar.
  • Menjalin hubungan yang sinergis, kordinatif, dan komunikatif dalam interaksi yang memiliki korelasi langsung  dalam upaya optimalisasi dalam penyelenggaraan tugas  yang semakin baik  dan kondusif.
  • Perkuat komitmen dan tekad bersama aparat penegak hukum dalam melakukan penanganan perkara terintegrasi dengan kordinasi yang intens antara KPK, Kejaksaan dan Kepolisian.
  • Kolaborasi memadukan gerak langkah, menyatukan pola pikir, sikap dan tindak kebutuhan utama guna mengantisipasi, mencegah, menangani, problematika hukum  yang dihadapi secara holistik, komprehensif dan efektif.
  • Fungsi jaksa harus tetap menjadi filter, sebagai poros dan pengendali penanganan perkara sebagai implementasi dari azas dominus litis dalam peradilan pidana terpadu.

Dalam Rakerda ini, disampaikan juga  pemaparan oleh  Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulut Andi M. Iqbal Arief, SH, MH, dengan materi Reformasi Birokrasi, Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Selain itu disampaikan juga Hasil Rekomendasi Rakernas Tahun 2018 oleh Para Asisten masing-masing, yaitu Asisten Pembinaan (Asbin), Asisten Intelijen  (Asintel), Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) serta pemaparan dari Asisten Pengawasan (Aswas).

Pada Acara ini di serahkan Piagam Penghargaan kepada Kejari-Kejari berprestasi di Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan se Sulut Tahun 2018. Adapun yang menjadi Juara I adalah Kejari Kepulauan Sangihe, Juara II Kejari Bitung dan Juara III Kejari Minahasa Selatan. Piagam Penghargaan di serahkan oleh Wakajati Sulut dan di terima oleh Kajari masing-masing di dampingi oleh Kasi Pidum.

Acara berakhir pukul 15.30 Wita dan ditutup oleh Wakajati Sulut. Seluruh kegiatan dari awal sampai akhir berjalan dengan baik dan sukses. Sebagai Ketua Panitia dalam kegiatan Rakerda ini adalah Asdatun Kejati Sulut Jurist Precisely Sitepu, SH, MH.

This slideshow requires JavaScript.