BEKALI SISWA-SISWI TENTANG HUKUM, TIM JAKSA MASUK SEKOLAH KEJATI SULUT PENYULUHAN DI SMP COKROAMINOTO MANADO

Tim Penyuluhan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut) terdiri dari Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Yoni E. Mallaka, SH., Kasi E pada Asintel Kejati Sulut Khathryna Ikent Pelealu, SH.MH, Reny Hamel, SH, Heskiel Sumombo, SH,  Augustinus Nong dan Tertius Lumimbus, Senin (17/09/2018) melaksanakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMP Cokroaminoto Manado.

Kegiatan ini diawali menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan di lanjutkan  sambutan Wakil Kepala SMP Cokroaminoto Rasyid Tubagus. Dalam sambutannya Rasyid menyampaikan terimakasih kepada Tim Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang telah melaksanakan penyuluhan hukum di SMP Cokroaminoto Manado.

“Kami atas nama pimpinan SMP Cokroaminoto menyampaikan terimakasih atas kehadiran dari Tim Penyuluhan Hukum Kejati Sulut yang telah bersedia memberikan pengetahuan tentang hukum kepada kami para Guru bahkan seluruh siswa-siswi. Harapan saya seluruh siswa-siswi dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena kegiatan ini sangat berguna dan dapat menambah wawasan tentang hukum sehingga kelak tidak akan melanggar hukum” tuturnya.

Dalam pemaparannya Kasi Penkum Yoni E. Mallaka, SH menjelaskan bahwa masa depan suatu bangsa terletak di tangan generasi mudanya, sehingga Kejaksaan RI khususnya Kejati Sulut melaksanakan salahsatu program unggulan yakni JMS.

“Kami sangat prihatin dengan banyaknya anak-anak muda yang terlibat dalam tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Kejaksaan sangat peduli dengan hal tersebut sehingga melaksanakan program JMS ini. Program ini merupakan salahsatu program unggulan kami  dalam rangka menciptakan anak-anak bangsa yang taat hukum sejak dini, sejak usia sekolah sehingga kelak menjadi generasi penerus bangsa dan memiliki masa depan yang baik” jelas Mallaka.

Sementara itu Kasi E Khathryna Ikent Pelealu, SH.MH dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Hukum itu dalam arti yang sederhana adalah aturan yang jika dilanggar ada sanksinya.

Ikent kemudian mencontohkan beberapa aturan yang ada di lingkungan sekolah yang wajib untuk di taati oleh para siswa-siswi, seperti tidak terlambat masuk sekolah, tidak bolos sekolah, tidak merusak fasilitas sekolah, tidak mencoret-coret dilingkungan sekolah serta menggunakan atribut sekolah sesuai aturan dari sekolah yang bersangkutan. Jika aturan ini dilanggar kata Ikent, pasti ada sangsinya dari pihak sekolah.

Lebih lanjut Ikent juga menjelaskan mengenai hal-hal yang melanggar hukum yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang masih usia sekolah sekarang ini.

“Dewasa ini yang paling banyak terjadi adalah penyalahgunaan Narkoba, menghirup lem ehabon, tawuran, penganiayaan, membawa senjata tajam seperti pisau badik dan panah wayer, percabulan, seks bebas, mengendarai sepeda motor tanpa SIM dan tidak mengenakan helm. Ada juga yang memposting konten-konten berupa kata-kata, video ataupun gambar yang tidak layak di media sosial” terang Ikent.

“Oleh karena itu kepada adik-adik saya minta belajarlah dengan baik, belajarlah sekuat tenaga dan saya minta supaya adik-adik yang hadir disini tidak ada yang akan terlibat dalam hal-hal tersebut. Itu hanya akan merusak masa depan adik-adik.“ tegas Ikent.

Kegiatan berlangsung dengan baik, dan lancar serta dihadiri oleh sekitar 115 orang siswa-siswi. Sebelum menuju kelas masing-masing semua siswa-siswi di beri kesempatan secara bergantian untuk melihat contoh-contoh narkotika dan obat-obat terlarang melalui alat peraga yang di bawa oleh Tim Penyuluhan Hukum.

This slideshow requires JavaScript.