Peringati HBA 2018, Kejati Sulut Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dan Pasar Murah

Setelah sebelumnya sukses mengelar Pekan Olah Raga (POR) sejak tanggal 12 s/d 14 Juli 2018 yang di pusatkan di lapangan Olah Raga Kompleks Gedung Koni Sario Manado, Kejati Sulut menggelar Bhakti Sosial Senin, (16/7/2018).

Bhakti Sosial tersebut dilaksanakan masih dalam rangkaian Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-58 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) yang ke-18 dan dilaksanakan di Kantor Kejati Sulut.

Adapun kegiatan Bhakti Sosial yang dilaksanakan adalah pemeriksaan kesehatan gratis yaitu donor darah, tes gula darah, kolesterol, asam urat dan tensi darah bertempat di Aula Kejati Sulut mulai pukul 08.00 wita yang dilakukan oleh Panitia HBA 2018 bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Sulut, Dinas Kesehatan Kota Manado dan Medica Farma.

Sedangkan untuk kegiatan Pasar Murah, dilaksanakan di halaman depan Kantor Kejati Sulut yang dilakukan Panitia HBA 2018 bekerjasama dengan Perum Bulog Divre Sulut dengan menjual kebutuhan-kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak kelapa, telur, daging, terigu serta kebutuhan pokok lainnya.

Dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, turut hadir dan memeriksakan kesehatannya Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut M. Roskanedi, SH bersama Wakajati Andi M. Iqbal Arief, SH.MH beserta Ibu, Para Asisten, Kabag Tata Usaha, Para Koordinator serta pegawai Kejati Sulut dan Kejaksaan Negeri terdekat juga masyarakat yang ada di sekitar Kantor Kejati Sulut.

Selesai melaksanakan pemeriksaan kesehatan, Kajati bersama Wakajati meninjau langsung kegiatan pasar murah. Dihadapan awak media yang mewawancarainya di sela-sela meninjau pasar murah, Kajati Sulut mengatakan bahwa semua kegiatan tersebut untuk membantu masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan sehubungan dengan perayaan HBA ke-58 berkaitan dengan kebutuhan masyarakat luas, kami melaksanakan kegiatan yang sifatnya sosial kemasyarakatan. Donor darah oleh PMI di sumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan, begitu juga dengan pasar murah, kami buka untuk masyarakat yang tidak mampu yang di berikan kesempatan untuk membeli beras, minyak dan kebutuhan lain secara murah” jelas Roskanedi

Lebih lanjut Roskanedi mengatakan bahwa yang membedakan pasar murah ini dengan pasar pada umumnya adalah harganya, dimana harganya lebih murah dari harga pasar pada umumnya. Setiap tahun  kami akan mencoba untuk menyelenggarakan dan mungkin akan terus kami tingkatkan, pungkas Roskanedi. (Kasi Penkum Kejati Sulut)

This slideshow requires JavaScript.